Amerika Serikat Susah Payah Raih Tiket Ke Final

Amerika Serikat Susah Payah Raih Tiket Ke Final

Piala Dunia Wanita 2019 yang telah memasuki babak semi-final mempertemukan kedua negara tangguh untuk mendapatkan satu tiket ke final. Amerika Serikat yang merupakan jagoan bertahan di piala Dunia Wanita harus bertanding dengan berat melawan Inggris di arc Olympique Lyonnais. Laga keduanya berlangsung secara sengit namun Amerika Serikat bertanding tanpa kehadiran sang kapten yang juga merupakan penyerang utama dalam tim.

Megan Rapinoe hanya duduk di bangku cadangan namun Amerika Serikat tetap mampu unggul dengan cepat ketika pertandingan baru memasuki menit ke-10. Sundulan dari Christen Press mampu menerobos gawang inggris yang tidak di kawal oleh kiper utama mereka karena mengalami cereda. Carly Telfor yang di tunjuk sebagai kiper pengganti tidak mampu untuk mengantisipasi sundulan yang di arahkan tepat ke arah gawang.

Tidak berselang lama Inggris mampu untuk menyamakan kedudukan lewat Ellen White yang juga merupakan top skor saat ini dalam Piala Dunia Wanita 2019. Gol yang tercipta di menit ke-19 kali ini merupakan gol keenam yang telah berhasil di cetak oleh Ellen White. Sebelum berakhirnya pertandingan di babak pertama Amerika Serikat kembali memimpin lewat gol yang di hasilkan oleh Alex Morgan. Gol tersebut menjadi gol ulang tahun yang ke-30 bagi Alex Morgan di laga kali ini.

Di babak kedua inggris kembali memberikan tekanan dan hampir menyamakan kedudukan kembali namun gol yang tercipta dari Ellen White masih di anulir oleh wasit karena dinyatakan sebagai offside. Ketika pertandingan keduanya hampir berakhir terjadi moment dimana inggris mendapatkan hadiah pinalti yakni di menit ke-84. Pinalti yang diberikan tersebut mampu di selamatkan oleh kiper Amerika Serikat dan berujung pada kemenangan dari Amerika Serikat. Inggris yang gagal mengeksekusi pinalti lewat kapten mereka harus puas dengan kekalahan di semi-final kali ini.

Adrien Rabiot Resmi Mendekat Ke Juventus

Adrien Rabiot Resmi Mendekat Ke Juventus

Gelandang Paris Saint-Germain yakni Adrien Rabiot secara resmi telah memutuskan untuk bergabung dengan Juventus untuk musim depan nanti. pelatih Maurizio Sarri melakukan sejumlah pembelian pemain baru untuk mempersiapkan Juventus dalam ambisinya untuk menjuarai Liga Champions di musim depan nanti. Maurizio Sarri bahkan mendapatkan jasa dari mantan gelandang dari Arsenal yakni Aaron Ramsey secara cuma cuma.

Bianconeri yang terdahulu di latih oleh Massimiliano Allegri terbukti masih belum mampu untuk mendapatkan gelar juara Liga Champions meskipun sang bintang Liga Champions telah bergabung dengan Juventus di musim lalu. Cristiano Ronaldo yang di datangkan dari Real Madrid masih belum mampu menjawab harapan dari para fans Juventus untuk dapat memenangkan trofi Liga Champions.

Kali ini pelatih Maurizio Sarri khusus di tunjuk oleh Juventus untuk menggantikan Massimiliano Allegri yang telah memutuskan untuk hengkang dari Juventus di akhir musim lalu. Adrien Rabiot sendiri sudah terlebih dahulu menjalin hubungan dengan Juventus pada bulan juni lalu dan baru saat ini melakukan kesepakatan secara resmi terhadap transfernya ke Juventus.

Adrien Rabiot dikabarkan sempat dibekukan oleh Paris Saint-Germain beberapa waktu lalu karena membocorkan gaji yang di terimanya kepada publik saat bermain membela klub Ligue 1 Prancis tersebut. Adrien Rabiot juga sempat di kabarkan akan bergabung dengan sejumlah klub besar di eropa seperti Liverpool, Manchester United, Tottenham Hotspur dan Barcelona.

Gareth Bale Dikaitkan Dengan Inter Milan

Gareth Bale Dikaitkan Dengan Inter Milan

Jonathan Barnett yang merupakan agen dari Gareth Bale tengah dikabarkan melakukan negosiasi dengan klub asal Italia yakni Inter Milan. Gareth Bale melalui musim yang sangat buruk di Real Madrid juga di kaitkan akan segera merampungkan diri ke Inter Milan menyusul pergantian pelatih yang ada di Inter Milan.

Antonio Conte Menyiapkan beberapa pemain untuk menyambut musim depan dan berambisi untuk merebut gelar juara dari Juventus. Gareth Bale mungkin saja menjadi pilihan yang cukup baik di Inter Milan menginggat beberapa pemain inti akan segera di jual oleh Antonio Conte di bursa transfer musim depan nanti.

Perselisihan diantara Gareth Bale dan juga pelatih Zinedine Zidane juga menjadi salah satu penguat kabar hengkangnya sang pemain asal Wales tersebut ke Inter Milan. Hingga saat ini agen dari Gareth Bale masih menyangkal adanya pertemuan khusus dirinya dengan para petinggi dari klun Inter Milan tersebut di Italia.

Selain Inter Milan terdapat pula Klub raksasa asal Inggris yang mungkin akan mendatangkan Gareth Bale di musim depan. Manchester United menjadi salah satu Klub yang mungkin melakukan pertukaran antara Paul pogba dengan Gareth Bale. Hal tersebut mungkin belum di sepakati namun Paul Pogba sendiri tidak menutup diri untuk hengkang dari Manchester United dan merapat ke Real Madrid.

Sejauh ini pihak dari Setan Merah masih menolak dan menepis semua kemungkinan untuk melepaskan Paul Pogba meskipun di tukarkan dengan jasa dari Gareth Bale untuk musim depan nanti. Gareth Bale mungkin akan lebih tertarik untuk bergabung dengan Inter Milan sebab Liga Champions mungkin akan menjadi ambisi dari pemain asal Wales tersebut.

Swedia Cetak Rekor Singkirkan Jerman

Swedia Cetak Rekor Singkirkan Jerman

Piala Dunia Wanita 2019 mempertemukan Tim favorit Jerman dengan Swedia di Roazhon Park, Der Panzer. Pertandingan keduanya mampu di kuasai sepenuhnya oleh Jerman hanya hanya kemenangan masih belum berpihak pada Timnas Jerman. Swedia secara mengejutkan mampu bangkit dan mengejar ketinggalan mereka setelah di menit awal menerima gol cepat dari Jerman.

Keunggulan Jerman di buka oleh umpan matang dari Sara Dabritz yang kemudian berhasil di tuntaskan dengan matang oleh Lina Magull di menit ke-16. Tidak berselang lama kemudian Timnas Swedia mampu bangkit dan mengejar ketinggalan mereka di menit ke-22. Swedia akhirnya harus memaksa Jerman mengakhiri pertandingan di babak pertama dengan kedudukan sama kuat.

Kerjasama yang baik dari Linda Sembrant dan Sofia Jakobsson menjadi salah satu moment terbaik dari Timnas Swedia saat melakukan gol balasan terhadap Jerman. Swedia yang berhasil mengejar ketinggalan bermain dengan sangat baik di babak kedua. Hanya butuh waktu tiga menit saja bagi Swedia untuk membalikkan keadaan dan berbalik unggul dari Jerman di menit ke-48.

Stina Blackstenius menjadi salah satu pemain yang berhasil membawa Swedia memenangkan pertandingan tersebut. Gol 2-1 membuat Swedia bermain dengan sangat tenang meskipun Jerman mendapatkan penguasaan bola yang jauh lebih dominan saat berada di lapangan. Jerman akhirnya harus tersingkir ketika peluit tanda berakhirnya pertandingan diantara keduanya dibunyikan oleh wasit.

Swedia sendiri berhasil melaju ke babak semifinal setelah berhasil mempertahankan keunggulan atas Jerman. Di semifinal nanti Swedia akan berhadapan dengan Timnas Belanda yang juga merupakan jawara di Piala Dunia Wanita 2019 kali ini. Swedia mungkin masih harus bermain dengan konsisten jika ingin menyingkirkan Belanda di babak semifinal nanti.

Argentina Lolos Ke Semifinal Copa America 2019

Argentina Lolos Ke Semifinal Copa America 2019

Kemenangan Argentina atas Venezuela dini hari tadi memastikan bahwa Lionel Messi dan kawan kawan lolos ke putaran Semifinal Copa America 2019. Striker Lautaro Martinez membuka gol kemenangan pertama di menit ke-10 lewat aksi cerdas yang dilakukannya di depan gawang setelah menerima umpan sepak pojok dari Lionel Messi. Sepakan dari Sergio Aguero di teruskan ke gawang Venezuela lewat beack-heel dari Lautaro Martinez.

Venezuela tidak tinggal diam ketika berada di posisi ketinggalan gol dari Argentina. Beberapa ancaman di lakukan ke gawang Argentina namun tidak ada satupun umpan yang berhasil menerobos gawang dari Argentina. Hingga babak pertama berakhir tidak tercipta satupun gol dan pertandingan di babak pertama berakhir dengan di pimpin oleh Argentina dengan skor 1-0.

Di awal pertandingan di babak kedua terjadi serangkaian peluang yang membuat Argentina mempunyai kesempatan untuk bisa menggandakan keunggulan namun tembakan dari Leandro Paredes gagal mengarah ke gawang dari Venezuela. Pergantian pemain juga tidak terjadi di kedua kubu, salah satu pemain pengganti Argentina berhasil mencetakkan gol kedua di menit ke-74.

Tembakan Sergio Aguero kembali menjadi umpan yang membuahkan gol bagi Argentina. Giovani Los Celso memamfaatkan bola muntahan dari kiper Wuilker Farinez yang menepis tembakan keras dari Sergio Aguero. keunggulan 2-0 cukup untuk membawa Argentina memenangkan pertandingan tersebut dan berhak untuk melanjutkan pertandingan di babak Semifinal Copa America 2019. Argentina akan bertemu dengan pesaing berat mereka di Semifinal Copa America 2019 yakni Brasil.

Gianluigi Donnarumma Tidak Akan Ke PSG

Gianluigi Donnarumma Tidak Akan Ke PSG

Gianluigi Donnarumma tampaknya akan mendapatkan kesulitan untuk bisa berpindah ke Paris Saint-Germain karena AC Milan tidak memberikan sinyal hijau terkait tawaran yang di berikan oleh Paris Saint-Germain. Paris Saint-Germain mempunyai minat untuk mendatangkan Gianluigi Donnarumma dan berbagi tempat dengan Gianluigi Buffon.

Pihak dari Paris Saint-Germain di kabarkan hanya memberikan tawaran sebesar 30 juta Euro kepada AC MIlan untuk menuntaskan kepindahan sang kiper ke Paris Saint-Germain. AC MIlan menilai bahwa harga yang di tawarkan tersebut cukup kecil untuk kiper berpengalaman seperti Gianluigi Donnarumma.

AC Milan bahkan mematok harga sebesar 50 juta Euro jika Paris Saint-Germain berniat dan serius untuk mendapatkan jasa kiper Gianluigi Donnarumma di musim depan. Penjualan dari kiper tersebut akan sangat membantu AC milan untuk terhindar dari ancaman sanksi Finansial Fair Play di musim depan nanti. AC Milan saat ini memang mempunyai masalah dengan keuangan mereka dalam menyambut musim depan di Serie A Italia.

Saat ini Gianluigi Donnarumma masih mempunyai kontrak yang berdurasi 2 tahun di San Siro. Transfer kali ini dinilai oleh banyak pihak akan sangat sulit terlaksana karena pihak Paris Saint-Germain tidak ingin mengeluarkan dana yang terlalu banyak hanya untuk mendatangkan kiper Gianluigi Donnarumma. Di samping itu juga Paris Saint-Germain masih memiliki Gianluigi Buffon untuk diandalkan sebagai penjaga gawang utama.

David Silva Jalani Musim Terakhir Di Manchester City

David Silva Jalani Musim Terakhir Di Manchester City

David Silva secara resmi menyampaikan kabar bahwa dirinya akan segera hengkang dari Manchester City di musim berikutnya. Musim tahun 2009-2010 ini akan menjadi musim terakhir untuk dirinya bermain bersama dengan Manchester City. David Silva bahkan mengakui bahwa dirinya tidak ingin bermain di Liga Inggris Premier lagi sebab dirinya tidak ingin membela klun manapun yang akan menjadi lawan dari Manchester City.

Musim tahun 2009-2010 akan menjadi momentum yang special untuk David Silva karena dirinya akan genap bermain untuk Manchester City selama sepuluh tahun. Pada kontrak sebelumnya klub hanya berencana untuk memperpanjang kontrak dengan dirinya selama 2 tahun namun David Silva secara pribadi meminta agar pihak klub menambahkan durasinya untuk 1 tahun lagi sehingga dirinya akan genap bermain 10 tahun untuk Manchester City sebelum akhirnya hengkang dari klub.

Gelandang handal asal Spanyol tersebut kini telah berusia 33 tahun dan telah berhasil mendapatkan sejumlah prestasi bersama dengan Manchester City. Empat Trofi Liga Primer Inggris, dua Trofi Piala FA, dan empat Trofi Liga Inggris berhasil dipersembahkannya saat bermain di Manchester City. Kini David Silva telah berencana untuk menghabiskan waktunya lebih banyak bersama dengan keluarga ketika hengkang dari Manchester City di musim berikutnya.

David Silva masih mempunyai keinginan untuk terus bermain sepakbola namun dirinya enggan untuk bergabung dengan tim Tiongkok ataupun tim lainnya yang mungkin akan menjadi dari lawan Manchester City di masa mendatang nantinya. Waktu satu tahun di musim kali ini akan di habiskannya dengan sangat baik meskipun banyak perubahan yang mungkin saja akan terjadi di Manchester City dan juga di Liga inggris Premier.

Paul Pogba Mungkin Akan Ke Real Madrid

Paul Pogba Mungkin Akan Ke Real Madrid

Masa depan Paul Pogba kian di pertanyakan di Manchester United karena pemain asal prancis tersebut mengalami musim yang tidak baik saat memutuskan untuk bergabung dengan Setan Merah pada tahun 2016. Dari 135 penampilannya saat membela Manchester United tercatat bahwa Paul Pogba hanya berhasil mendapatkan 31 gol.Pencapaian yang tidak sebanding jika di bandingkan saat dirinya bermain untuk Juventus.

Christian Karembeu yang merupakan mantan pemain gelandang Real Madrid percaya bahwa Paul Pogba siap untuk bergabung dengan Real Madrid. Pelatih Zinedine Zidane sendiri juga sangat mengenal pribadi dari Paul Pogba saat masih berada di Juventus. Pemain hebat seperti Paul Pogba akan sangat berpotensi jika bermain bersama dengan Real Madrid.

Christian Karembeu yakin bahwa kemampuan yang di miliki oleh Paul Pogba akan membantu Pelatih Zinedine Zidane meraih banyak gelar di musim depan nanti. Seperti yang di ketahui bahwa penampilan dari Real Madrid di musim kali ini juga terbilang sangat buruk. Real Madrid bahkan harus memulangkan kembali Pelatih Zinedine Zidane yang telah hengkang sebelumnya di awal musim untuk memperbaiki performa dari Real Madrid.

Usaha dari Pelatih Zinedine Zidane tentunya belum berhasil sebab Real Madrid cukup buruk ketika di tinggal pergi oleh Pelatih Zinedine Zidane dan juga mega bintang mereka yakni Cristiano Ronaldo. Baik Zinedine Zidane maupun Paul Pogba sama sama mempunyai misi dan tujuan yang sama sehigga keduanya akan sangat baik jika bermain dan bekerja sama dalam satu klub seperti Real Madrid.

VAR Akan Di Terapkan Di Liga Inggris Primer

VAR Akan Di Terapkan Di Liga Inggris Primer

Teknologi terbaru dari dunia sepakbola yang tengah menjadi sorotan banyak penggemar bola dunia akan segera di terapkan dalam salah satu liga terbesar di Eropa. Liga Inggris Primer akan segera menerapkan teknologi VAR untuk mennjadikan sepak bola Inggris yang lebih fair dimata publik.

Kontroversi banyak sekali bermunculan menyusul penerapan teknologi VAR ini sebab dalam sepakbola penerapan teknologi ini sangat di tetang dan berbeda dengan olahraga lainnya seperti tenis, rugby, dan kriket yang sejak lama telah menggunakan teknologi dengan video tayangan ulang untuk meninjau pertandingan.

Teknologi garis gawang sebelumnya pernah di terapkan dalam sepakbola pada tahun 2012 namun terdapat banyak sekali kesalahan dalam penerapannya sehingga dihapuskan dari olahraga sepakbola. Kasus paling menonjol adalah gol hantu milik Frank Lampard saat melawan Jerman di Piala Dunia 2010. Setelah melalui serangkaian perbaikan maka hal tersebut kini telah di terapkan secara permanen dalam dunia Sepakbola.

Dewan Asosiasi Sepakbola Internasional (IFAB) menyebutkan bahwa Teknologi VAR dibuat untuk mengurangi kesalahan dalam pengambilan keputusan yang dilakukan oleh wasit sehingga pertandingan mungkin saja berjalan dengan tidak Fair. VAR dapat di tinjau saat wasit akan mengambil keputusan untuk empat kategori seperti terjadinya gol, Pemberian hukuman penalti, kartu merah, dan verifikasi pemain yang salah.

Beberapa negara seperti Belanda dan Amerika Serikat telah melakukan uji coba terhadap teknologi VAR dan menerapkannya hingga saat ini. Hal yang sama juga terjadi di A-League Australia, Major League Soccer, Piala Konfederasi di Rusia, Bundesliga dan Serie A, hingga La Liga telah menerapkan sistem teknologi VAR dalam semua pertandingan yang berlangsung. Kini teknologi VAR akan memasuki Liga Inggris Primer di musim depan nanti.

Brasil Lolos Dengan Kokoh Di Puncak Grup A

Brasil Lolos Dengan Kokoh Di Puncak Grup A

Arena Corinthians menjadi saksi kemenangan Brasil atas peru dalam laga lanjutan untuk Grup A di Copa America 2019. Lima gol yang berhasil di sarangkan Brasil ke gawang Peru membuat perolehan poin Brasil kokoh di puncak Grup A. Hasil telak tersebut memperpanjang rekor positip pertemuan antara Brasil dan Peru.

Peru sendiri masih belum memastikan diri untuk bisa lolos ke babak perempat final karena masih harus menunggu hasil pertandingan di peringkat ketiga Grup A. Menjadi tuan rumah membuat Brasil tampil dengan sangat baik di hampir semua pertandingan yang mereka jalani di daalam Copa America 2019 kali ini.

Sama halnya dengan pertandingan melawan Peru terlihat bahwa hampir seluruh pertandingan di kuasai oleh Brasil dan Peru tidak mampu melakukan perlawanan yang berari. Di babak pertama pertandingan saja Brasil telah mampu memimpun pertandingan dengan menjebol gawang Peru sebanyak tiga kali. Gol pembuka di lakukan oleh kombinasi permainan yang baik antara Casemiro dan Marquinhos di menit ke-12.

Tidak mampu berbuat banyak maka kiper dari Peru hanya mampu memungut bola dari gawangnya setelah di bobol oleh Casemiro. Berselang tujuh menit kemudian Roberto Firmino membobol gawang Peru dan sebelum babak pertama berakhir kembali lagi Brasil membobol gawang Peru lewat aksi dari Everton di menit ke-32. Philippe Coutinho juga berhasil mencatatkan namanya sebagai assist dari gol yang di cetak oleh Everton.

Tidak puas hanya dengan tiga gol maka Brasil bermain semakin agreesif di babak kedua sehingga di menit ke-53 tercipta gol ke-empat bagi Brasil lewat kaki Dani Alves. dan menjelang usainya pertandingan tercipta gol sekaligus menutup pertandingan di antara kedua tim. Gol terakhir dari Brazil disumbangkan oleh Willian.