Swedia Cetak Rekor Singkirkan Jerman

Swedia Cetak Rekor Singkirkan Jerman

Piala Dunia Wanita 2019 mempertemukan Tim favorit Jerman dengan Swedia di Roazhon Park, Der Panzer. Pertandingan keduanya mampu di kuasai sepenuhnya oleh Jerman hanya hanya kemenangan masih belum berpihak pada Timnas Jerman. Swedia secara mengejutkan mampu bangkit dan mengejar ketinggalan mereka setelah di menit awal menerima gol cepat dari Jerman.

Keunggulan Jerman di buka oleh umpan matang dari Sara Dabritz yang kemudian berhasil di tuntaskan dengan matang oleh Lina Magull di menit ke-16. Tidak berselang lama kemudian Timnas Swedia mampu bangkit dan mengejar ketinggalan mereka di menit ke-22. Swedia akhirnya harus memaksa Jerman mengakhiri pertandingan di babak pertama dengan kedudukan sama kuat.

Kerjasama yang baik dari Linda Sembrant dan Sofia Jakobsson menjadi salah satu moment terbaik dari Timnas Swedia saat melakukan gol balasan terhadap Jerman. Swedia yang berhasil mengejar ketinggalan bermain dengan sangat baik di babak kedua. Hanya butuh waktu tiga menit saja bagi Swedia untuk membalikkan keadaan dan berbalik unggul dari Jerman di menit ke-48.

Stina Blackstenius menjadi salah satu pemain yang berhasil membawa Swedia memenangkan pertandingan tersebut. Gol 2-1 membuat Swedia bermain dengan sangat tenang meskipun Jerman mendapatkan penguasaan bola yang jauh lebih dominan saat berada di lapangan. Jerman akhirnya harus tersingkir ketika peluit tanda berakhirnya pertandingan diantara keduanya dibunyikan oleh wasit.

Swedia sendiri berhasil melaju ke babak semifinal setelah berhasil mempertahankan keunggulan atas Jerman. Di semifinal nanti Swedia akan berhadapan dengan Timnas Belanda yang juga merupakan jawara di Piala Dunia Wanita 2019 kali ini. Swedia mungkin masih harus bermain dengan konsisten jika ingin menyingkirkan Belanda di babak semifinal nanti.

Argentina Lolos Ke Semifinal Copa America 2019

Argentina Lolos Ke Semifinal Copa America 2019

Kemenangan Argentina atas Venezuela dini hari tadi memastikan bahwa Lionel Messi dan kawan kawan lolos ke putaran Semifinal Copa America 2019. Striker Lautaro Martinez membuka gol kemenangan pertama di menit ke-10 lewat aksi cerdas yang dilakukannya di depan gawang setelah menerima umpan sepak pojok dari Lionel Messi. Sepakan dari Sergio Aguero di teruskan ke gawang Venezuela lewat beack-heel dari Lautaro Martinez.

Venezuela tidak tinggal diam ketika berada di posisi ketinggalan gol dari Argentina. Beberapa ancaman di lakukan ke gawang Argentina namun tidak ada satupun umpan yang berhasil menerobos gawang dari Argentina. Hingga babak pertama berakhir tidak tercipta satupun gol dan pertandingan di babak pertama berakhir dengan di pimpin oleh Argentina dengan skor 1-0.

Di awal pertandingan di babak kedua terjadi serangkaian peluang yang membuat Argentina mempunyai kesempatan untuk bisa menggandakan keunggulan namun tembakan dari Leandro Paredes gagal mengarah ke gawang dari Venezuela. Pergantian pemain juga tidak terjadi di kedua kubu, salah satu pemain pengganti Argentina berhasil mencetakkan gol kedua di menit ke-74.

Tembakan Sergio Aguero kembali menjadi umpan yang membuahkan gol bagi Argentina. Giovani Los Celso memamfaatkan bola muntahan dari kiper Wuilker Farinez yang menepis tembakan keras dari Sergio Aguero. keunggulan 2-0 cukup untuk membawa Argentina memenangkan pertandingan tersebut dan berhak untuk melanjutkan pertandingan di babak Semifinal Copa America 2019. Argentina akan bertemu dengan pesaing berat mereka di Semifinal Copa America 2019 yakni Brasil.

Gianluigi Donnarumma Tidak Akan Ke PSG

Gianluigi Donnarumma Tidak Akan Ke PSG

Gianluigi Donnarumma tampaknya akan mendapatkan kesulitan untuk bisa berpindah ke Paris Saint-Germain karena AC Milan tidak memberikan sinyal hijau terkait tawaran yang di berikan oleh Paris Saint-Germain. Paris Saint-Germain mempunyai minat untuk mendatangkan Gianluigi Donnarumma dan berbagi tempat dengan Gianluigi Buffon.

Pihak dari Paris Saint-Germain di kabarkan hanya memberikan tawaran sebesar 30 juta Euro kepada AC MIlan untuk menuntaskan kepindahan sang kiper ke Paris Saint-Germain. AC MIlan menilai bahwa harga yang di tawarkan tersebut cukup kecil untuk kiper berpengalaman seperti Gianluigi Donnarumma.

AC Milan bahkan mematok harga sebesar 50 juta Euro jika Paris Saint-Germain berniat dan serius untuk mendapatkan jasa kiper Gianluigi Donnarumma di musim depan. Penjualan dari kiper tersebut akan sangat membantu AC milan untuk terhindar dari ancaman sanksi Finansial Fair Play di musim depan nanti. AC Milan saat ini memang mempunyai masalah dengan keuangan mereka dalam menyambut musim depan di Serie A Italia.

Saat ini Gianluigi Donnarumma masih mempunyai kontrak yang berdurasi 2 tahun di San Siro. Transfer kali ini dinilai oleh banyak pihak akan sangat sulit terlaksana karena pihak Paris Saint-Germain tidak ingin mengeluarkan dana yang terlalu banyak hanya untuk mendatangkan kiper Gianluigi Donnarumma. Di samping itu juga Paris Saint-Germain masih memiliki Gianluigi Buffon untuk diandalkan sebagai penjaga gawang utama.

David Silva Jalani Musim Terakhir Di Manchester City

David Silva Jalani Musim Terakhir Di Manchester City

David Silva secara resmi menyampaikan kabar bahwa dirinya akan segera hengkang dari Manchester City di musim berikutnya. Musim tahun 2009-2010 ini akan menjadi musim terakhir untuk dirinya bermain bersama dengan Manchester City. David Silva bahkan mengakui bahwa dirinya tidak ingin bermain di Liga Inggris Premier lagi sebab dirinya tidak ingin membela klun manapun yang akan menjadi lawan dari Manchester City.

Musim tahun 2009-2010 akan menjadi momentum yang special untuk David Silva karena dirinya akan genap bermain untuk Manchester City selama sepuluh tahun. Pada kontrak sebelumnya klub hanya berencana untuk memperpanjang kontrak dengan dirinya selama 2 tahun namun David Silva secara pribadi meminta agar pihak klub menambahkan durasinya untuk 1 tahun lagi sehingga dirinya akan genap bermain 10 tahun untuk Manchester City sebelum akhirnya hengkang dari klub.

Gelandang handal asal Spanyol tersebut kini telah berusia 33 tahun dan telah berhasil mendapatkan sejumlah prestasi bersama dengan Manchester City. Empat Trofi Liga Primer Inggris, dua Trofi Piala FA, dan empat Trofi Liga Inggris berhasil dipersembahkannya saat bermain di Manchester City. Kini David Silva telah berencana untuk menghabiskan waktunya lebih banyak bersama dengan keluarga ketika hengkang dari Manchester City di musim berikutnya.

David Silva masih mempunyai keinginan untuk terus bermain sepakbola namun dirinya enggan untuk bergabung dengan tim Tiongkok ataupun tim lainnya yang mungkin akan menjadi dari lawan Manchester City di masa mendatang nantinya. Waktu satu tahun di musim kali ini akan di habiskannya dengan sangat baik meskipun banyak perubahan yang mungkin saja akan terjadi di Manchester City dan juga di Liga inggris Premier.

Paul Pogba Mungkin Akan Ke Real Madrid

Paul Pogba Mungkin Akan Ke Real Madrid

Masa depan Paul Pogba kian di pertanyakan di Manchester United karena pemain asal prancis tersebut mengalami musim yang tidak baik saat memutuskan untuk bergabung dengan Setan Merah pada tahun 2016. Dari 135 penampilannya saat membela Manchester United tercatat bahwa Paul Pogba hanya berhasil mendapatkan 31 gol.Pencapaian yang tidak sebanding jika di bandingkan saat dirinya bermain untuk Juventus.

Christian Karembeu yang merupakan mantan pemain gelandang Real Madrid percaya bahwa Paul Pogba siap untuk bergabung dengan Real Madrid. Pelatih Zinedine Zidane sendiri juga sangat mengenal pribadi dari Paul Pogba saat masih berada di Juventus. Pemain hebat seperti Paul Pogba akan sangat berpotensi jika bermain bersama dengan Real Madrid.

Christian Karembeu yakin bahwa kemampuan yang di miliki oleh Paul Pogba akan membantu Pelatih Zinedine Zidane meraih banyak gelar di musim depan nanti. Seperti yang di ketahui bahwa penampilan dari Real Madrid di musim kali ini juga terbilang sangat buruk. Real Madrid bahkan harus memulangkan kembali Pelatih Zinedine Zidane yang telah hengkang sebelumnya di awal musim untuk memperbaiki performa dari Real Madrid.

Usaha dari Pelatih Zinedine Zidane tentunya belum berhasil sebab Real Madrid cukup buruk ketika di tinggal pergi oleh Pelatih Zinedine Zidane dan juga mega bintang mereka yakni Cristiano Ronaldo. Baik Zinedine Zidane maupun Paul Pogba sama sama mempunyai misi dan tujuan yang sama sehigga keduanya akan sangat baik jika bermain dan bekerja sama dalam satu klub seperti Real Madrid.

VAR Akan Di Terapkan Di Liga Inggris Primer

VAR Akan Di Terapkan Di Liga Inggris Primer

Teknologi terbaru dari dunia sepakbola yang tengah menjadi sorotan banyak penggemar bola dunia akan segera di terapkan dalam salah satu liga terbesar di Eropa. Liga Inggris Primer akan segera menerapkan teknologi VAR untuk mennjadikan sepak bola Inggris yang lebih fair dimata publik.

Kontroversi banyak sekali bermunculan menyusul penerapan teknologi VAR ini sebab dalam sepakbola penerapan teknologi ini sangat di tetang dan berbeda dengan olahraga lainnya seperti tenis, rugby, dan kriket yang sejak lama telah menggunakan teknologi dengan video tayangan ulang untuk meninjau pertandingan.

Teknologi garis gawang sebelumnya pernah di terapkan dalam sepakbola pada tahun 2012 namun terdapat banyak sekali kesalahan dalam penerapannya sehingga dihapuskan dari olahraga sepakbola. Kasus paling menonjol adalah gol hantu milik Frank Lampard saat melawan Jerman di Piala Dunia 2010. Setelah melalui serangkaian perbaikan maka hal tersebut kini telah di terapkan secara permanen dalam dunia Sepakbola.

Dewan Asosiasi Sepakbola Internasional (IFAB) menyebutkan bahwa Teknologi VAR dibuat untuk mengurangi kesalahan dalam pengambilan keputusan yang dilakukan oleh wasit sehingga pertandingan mungkin saja berjalan dengan tidak Fair. VAR dapat di tinjau saat wasit akan mengambil keputusan untuk empat kategori seperti terjadinya gol, Pemberian hukuman penalti, kartu merah, dan verifikasi pemain yang salah.

Beberapa negara seperti Belanda dan Amerika Serikat telah melakukan uji coba terhadap teknologi VAR dan menerapkannya hingga saat ini. Hal yang sama juga terjadi di A-League Australia, Major League Soccer, Piala Konfederasi di Rusia, Bundesliga dan Serie A, hingga La Liga telah menerapkan sistem teknologi VAR dalam semua pertandingan yang berlangsung. Kini teknologi VAR akan memasuki Liga Inggris Primer di musim depan nanti.

Brasil Lolos Dengan Kokoh Di Puncak Grup A

Brasil Lolos Dengan Kokoh Di Puncak Grup A

Arena Corinthians menjadi saksi kemenangan Brasil atas peru dalam laga lanjutan untuk Grup A di Copa America 2019. Lima gol yang berhasil di sarangkan Brasil ke gawang Peru membuat perolehan poin Brasil kokoh di puncak Grup A. Hasil telak tersebut memperpanjang rekor positip pertemuan antara Brasil dan Peru.

Peru sendiri masih belum memastikan diri untuk bisa lolos ke babak perempat final karena masih harus menunggu hasil pertandingan di peringkat ketiga Grup A. Menjadi tuan rumah membuat Brasil tampil dengan sangat baik di hampir semua pertandingan yang mereka jalani di daalam Copa America 2019 kali ini.

Sama halnya dengan pertandingan melawan Peru terlihat bahwa hampir seluruh pertandingan di kuasai oleh Brasil dan Peru tidak mampu melakukan perlawanan yang berari. Di babak pertama pertandingan saja Brasil telah mampu memimpun pertandingan dengan menjebol gawang Peru sebanyak tiga kali. Gol pembuka di lakukan oleh kombinasi permainan yang baik antara Casemiro dan Marquinhos di menit ke-12.

Tidak mampu berbuat banyak maka kiper dari Peru hanya mampu memungut bola dari gawangnya setelah di bobol oleh Casemiro. Berselang tujuh menit kemudian Roberto Firmino membobol gawang Peru dan sebelum babak pertama berakhir kembali lagi Brasil membobol gawang Peru lewat aksi dari Everton di menit ke-32. Philippe Coutinho juga berhasil mencatatkan namanya sebagai assist dari gol yang di cetak oleh Everton.

Tidak puas hanya dengan tiga gol maka Brasil bermain semakin agreesif di babak kedua sehingga di menit ke-53 tercipta gol ke-empat bagi Brasil lewat kaki Dani Alves. dan menjelang usainya pertandingan tercipta gol sekaligus menutup pertandingan di antara kedua tim. Gol terakhir dari Brazil disumbangkan oleh Willian.

Ryan Bertrand Jadi Perebutan antara Inter Milan Dan Atletico Madrid

Ryan Bertrand Jadi Perebutan antara Inter Milan Dan Atletico Madrid

Ryan Bertrand merupakan bek handal milik Southampton yang tengah di perebutkan oleh Inter Milan Dan juga Atletico Madrid. Pemain yang telah berusia 29 tahun tersebut menjadi pilihan terbaik dari pelatih Diego Simeone untuk melengkapi skuat inti tim Atletico Madrid. Sosok dari Ryan Bertrand di percaya akan mampu untuk menggantikan Lucas Hernandez yang telah memutuskan untuk bergabung dengan raksasa asal Jerman yakni Bayern Munich pada akhir musim lalu.

Keingginan dari Atletico Madrid mungkin tidak akan mendapatkan jalan mulus sebab Inter Milan juga menargetkan Ryan Bertrand dalam daftar belanja pemain untuk musim depan nanti. Ryan Bertrand di yakini akan memberikan kontribusi yang cukup banyak untuk pertahanan dari Inter Milan di musim depan. Hingga saat ini Southampton masih mematok harga yang cukup tinggi untuk bek handal milik mereka tersebut.

Southampton baru akan melepaskan Ryan Bertrand jika ada klub yang mampu memberikan harga transfer sebesar 15 juta Euro. Harga tersebut masih di perhitungkan oleh Inter Milan maupun Atletico Madrid. Kedua klub tersebut hanya mampu mamberikan 10 juta Euro untuk mendatangkan Ryan Bertrand.

Ryan Bertrand sendiri masih belum memutuskan atau pun melakukan kesepakatan dengan Inter Milan maupun Atletico Madrid. Ryan Bertrand mengaku masih nyaman bermain untuk Southampton bahkan untuk musim depan nanti. Southampton sendiri ingin menempatkan Matt Targett sebagai tim Inti untuk menggantikan posisi dari Ryan Bertrand di musim depan nanti.

Eduardo Berizzo Punya Taktik Untuk Hentikan Lionel Messi

Eduardo Berizzo Punya Taktik Untuk Hentikan Lionel Messi

Eduardo Berizzo yakin jika Paraguay akan mampu menghentikan Lionel Messi dalam laga lanjutan di Copa America. Argentina dan juga Paraguay sama sama mendapatkan hasil yang kurang maksimal ketika berlaga dalam pertandingan pertama mereka Argentina menelan kekalahan pahit saat melawan Kolombia sedangkan Paraguay hanya memetik hasil imbang saat melawan Qatar.

Eduardo Berizzo sekaligus pelatih timnas Paraguay sebenarnya mampu memenangkan pertandingan saat melawan Qatar pasalnya timnas Paraguay telah berhasil memimpin pertandingan dengan skor 2-0 hanya saja Qatar berhasil bangkit dalam dua puluh menit terahir menjalang berakhirnya pertandingan.

Skor imbang tidak terelakan oleh Paraguay dan kini Eduardo Berizzo ingin fokus melawan timnas Argentina yang menjadi jawara di Copa America. Untuk menghentikan pergerakan dari Lionel Messi maka Paraguay harus bermain dengan baik.

Eduardo Berizzo menginstruksikan kepada para pemainnya untuk tidak terlalu fokus dengan Lionel Messi namun hal yang mungkin di hasilkan dari umpan umpan Lionel Messi lebih penting untuk di antisipasi oleh para pemain dari Paraguay. Lionel Messi mampu membuka jalan untuk para pemain lain jika fokus dari para pemain Paraguay hanya bertumpu pada sang playmaker asal Barcelona tersebut.

Pemain seperti Lionel Messi bukanlah pemain yang bekerja secara individu jadi kerja sama tim sangat di perlukan untuk menghentikan pergerakan yang akan di hasilkan oleh Lionel Messi dalam pertandingan nanti. Bertahan dan menyerang akan menjadi kunci kemenangan dalam melawan timnas Argentina dalam pertandingan yang akan di jalani oleh Paraguay.

Manchester United Siap Tawar Issa Diop

Manchester United Siap Tawar Issa Diop

Manchester United tampaknya ingin berbenah banyak terhadap lini belakang pemain mereka untuk menghadapi musim depan nanti. bek handal asal Prancis yang bermain untuk klub West Ham United menjadi incaran dari Setan Merah namun harga yang dipatok oleh West Ham United masih terlalu tinggi dari harapan Setan Merah.

Issa Diop akan di lepaskan oleh West Ham United jika Manchester United menyanggupi harga transfer sebesar 60 juta Euro. Opsi lain yang di tawarkan oleh West Ham United adalah harga sebesar 45 Juta Euro dan juga tambahan satu pemain dari pihak Manchester United.

Setan Merah sendiri tidak ingin melepaskan pemainnya untuk bermain di klub yang akan menjadi rival mereka dimusim depan nanti. Kesepakatan diantara keduanya masih berjalan dan mungkin keinginan dari Manchester United untuk mendatangkan Issa Diop akan sulit terpenuhi.

Selain dari pada Manchester United di kabarkan bahwa PSG dan Barcelona telah melakukan pendekatan untuk mendapatkan bek asal Prancis tersebut. Issa Diop sendiri mengaku bahwa dirinya masih ingin membela West Ham United dimusim depan namun kesempatan untuk tampil di ajang Liga Champions tetap menjadi target dalam karirnya di masa mendatang.

Pemain berusia 22 tahun tersebut mungkin akan mendapatkan kesempatan untuk tampil di Liga Champions jika PSG atau Barcelona bersungguh-sungguh untuk mendatangkannya dari West Ham United di musim depan nanti. Kedua klub raksasa tersebut kerap kali tersingkir dari Liga Champions karena kekurangan bek handal di sektor pertahanan mereka.