Berikan Penghargaan Bagi Anak Yang Berhasil Puasa Penuh


Mengajarkan anak berpuasa memang tidak selalu mudah. Ada kalanya dalam keadaan dan keadaan tertentu kita membutuhkan usaha ekstra untuk memotivasi mereka. Bentuk upaya ekstra adalah dengan memberikan reward agar anak menjadi aktif, gesit dan terampil dalam belajar puasa. Misalnya kita berjanji untuk membelikan pakaian, mainan atau gadget untuk meningkatkan motivasi mereka. Pertanyaan yang sering diajukan adalah apakah metode ini dibenarkan? Apakah hal ini dapat memberikan pengaruh yang baik bagi perkembangan anak? Bisakah kita terjebak dalam suap atau terbiasa dengan anak-anak dengan suap? Di sinilah kita perlu membedakan antara suap dan hadiah parenting.

Memberikan Penghargaan Yang Baik

Reward diberikan ketika anak telah melakukan sesuatu dengan kemampuan terbaiknya. Disarankan untuk memberikan reward sebagai imbalan atas perjuangan dan prestasi mereka dalam belajar puasa atau sebaliknya. Ini berbeda dengan suap. Suap sangat dilarang. Jika kita memberikan sesuatu terlebih dahulu agar anak melakukan apa yang kita inginkan (egoisme pribadi), itu dianggap suap, sama seperti orang dewasa menyuap pejabat pemerintah.

Bedanya lagi-lagi motifnya. Jika anak menangis negatif, juga tidak mau, tidak harus puasa, bahkan jika itu wajib (perilaku buruk), maka kita memberinya sesuatu untuk menghentikan perilakunya yang kurang, maka suap ini menjadi suap. Praktik suap seringkali berkaitan dengan motif orang tua yang malas atau mengambil jalan pintas dalam membesarkan anak. Ini berbeda dengan reward dimana kita mengajarkan anak untuk berperilaku baik dan jika dia berhasil, kita reward padanya.

Dalam jangka panjang, suap dan hadiah memiliki efek mental yang sangat berbeda. Suap membuat anak selalu mengandalkan sesuatu. Orientasinya adalah apa yang akan diberikan orang lain. Suap juga melatih orang untuk terbiasa dengan manipulasi. Cara mudah memotivasi anak belajar puasa tanpa ketahuan menerima suap dimulai dengan menjelaskan posisi puasa dalam agama.

Puasa merupakan perintah dari Allah dengan berbagai keistimewaan. Kami tidak memposisikan diri karena pihak mengatakan begitu cepat. Allah memerintahkan puasa. Sebaiknya reward tidak selalu berupa materi, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan yang membangun. Misalnya, kita membeli sesuatu dan menambahnya dengan mengunjungi museum atau situs sejarah lainnya, membeli buku, atau membeli peralatan olahraga.